menu

Senin, 09 Desember 2013

Menang Dengan Puasa


Pelesat Semangat
            Engkaulah yang dititipi tubuh dan ruh. Engkaulah yang diberi wewenang mengoptimalkan fungsinya. Engkau pulalah yang nanti akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya. Maka, pandai-pandailah memerdekakan dirimu. Jangan jadikan ia budak nafsu. Jangan jadikan ia abdi kemauan. Jangan jadikan ia hamba setan. Puasa adalah benteng diri. Perisai yang paling utama. Peredam nafsu membara. Pengikat  setan durjana. Puasa menjadikan manusia merdeka. Merdeka dari segala cela. Merdeka dari segala nista.
            Kemenangan-kemenangan banyak diukir oleh para pelaku shoum. Kesuksesan-kesuksesan banyak dihasilkan oleh mereka yang berpuasa. Telah terbukti dalam perang badar, 313 pasukan muslimin menjadikan kocar-kacir 1000 pasukan kafir Qurays. Puasa menjadi penguat mereka. Terik mentari di bulan Ramadhan menjadikan semangat itu semakin berkobar-kobar dan membara di dalam dada. Karena hanya ada dua pilihan baginya. Menang dan memperoleh rampasan perang ataukah syahid dan mendapat surga.
Perang yang sangat menyejarah dan membuka mata dunia. Jika ada ahli perang yang hadir pada saat itu, mereka tidak akan berani bertaruh. Pasukan muslim yang lemah dari segi persenjataan akan mampu menghancurkan kavelari bersenjata lengkap. Mereka akan berkata: apakah mungkin pasukan sekecil ini mampu mengalahkan rival-nya yang 3 kali lipat jumlahnya? Apakah pasukan yang perutnya lapar dan stamina berkurang, akan menang melawan tubuh-tubuh gemuk yang malamnya pesta pora?
 Tapi, itulah kenyataan. Kemenangan ada di pihak mereka yang berpuasa. Kemenangan ada di pihak mereka yang telah berhasil menguasai nafsunya. Kemenangan ada di pihak mereka yang mampu memerdekaan dirinya. Menjadi majikan bagi nafsunya dan bukan budaknya.
Demikian pula dengan laki-laki ini. Ia  peroleh kekuatan dengan puasa. Ia telah divonis hukum cambuk oleh Khalifah Al-Makmun. Namun ia tetap bersikukuh bahwa al-Qur’an bukanlah makhluk. Ketika terlihat ada kekhawatiran di wajahnya yang mulia, seorang laki-laki yang dikenal sebagai pencuri mendekat dan menguatkan hatinya. ” Sesungguhnya saya pernah dihukum cambuk sebanyak 18.000 kali atas kejahatan yang saya lakukan dan saya tenang saja. Sedangkan anda dicambuk karena kebenaran, seharusnya anda harus lebih tenang ” Hati laki-laki itupun menjadi tenang. Ketika datang lagi seseorang yang merasa iba dan membawakan air minum, laki-laki itu berkata, ” aku sedang berpuasa” Nah!
Laki-Laki itu adalah Imam Ahmad bin Hambal.

from my note fb
Tuesday, October 19, 2010
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong Berikan komenter tentang artikel atau postingan ini, dan tuiskanlah tulisan untuk membangun dan menumbuhkan motivasi anak bangsa