Di sebuah ruangan,rumah sakit ada dua orang pasien yang terbaring lemah.pasien yang satu terbaring di sebelah jendela dan yang satunya lagi terbaring di seberang jendela yang tidak bisa melihat suasana di luar. Setiap hari pasien yang berada di dekat jendela selalu menceritakan segala sesuatu yang terjadi di luar yang padat ia lihat dari jendela itu pada temannya. Yaitu pasien yang jauh dari jendela. Dia menceritakan, banyak anak-anak yang bermain dengan senang di sana dan banyak bunga-bunga yang indah yang di kelilingi kupu-kupu yang indah pula. Dia selalu menceritakannya setiap hari pada temannya
yang tidak bisa melihat suasana dan pemandangan di luar ruangan.
Suatu ketika pasien yang
terbaring di dekat jendela sekarat, nafasnya sesak dan tersengal-sengal. Temannya,
yaitu pasien yang jauh dari jendela mengetahuinya, akan tetapi dia diam saja
kemudian si pasien yang tidur di dekat jendela meninggal dunia.
Sebenarnya jika si pasien yang
jauh dari jendela mau, dia dapat menolang nyawa temannya dengan menekan tombol
panggilan kepada suster penjaga akan tetapi dia diam. Karena dia ingin
pindah tempat tidur yang di tempati temannya di dekat jendela. Dengan
meninggalnya temannya dia dapat melihat dunia luar yang indah, yang selama ini
di ceritakan temannya.
Satu hari kemudian dia menyuruh
suster untuk memindahkannya di dekat jendela seperti keinginannya. Diapun
dipindahkan. Setelah dia melihat ke jendela dia menangis, air matanya
membanjiri pipinya, hanya penyesalan yang ada dalam dirinya. Yang terlihat hanyalah
tembok putih pembatas. Ya….! hanya tembok putih. Ternyata selama ini temannya
hanya mengarang untuk menghiburnya. Mengarang segalanya.
Selesai
Dikutip dari cerita kakak. 08.04 WIB / 28 November 2010 at Boyolali from my note fb
Edited 03.45 WITA 09 Desember 2013 at Manado